10 January 2018

[Resensi] Perfect Timing


Poppy Dunbar sedang merayakan malam pesta bujangnya ketika ia bertemu Tom Kennedy. Dengan matanya yang hitam dan senyum menawan, Tom bisa memikat gadis mana pun. Tetapi, sebenarnya yang membuat Poppy tertarik padanya adalah perasaan bahwa ia telah mengenal pria itu sepanjang hidupnya. Ia tidak bisa memenuhi janji untuk menemui Tom lagi, tetapi ia juga tidak bisa melanjutkan rencana pernikahannya.

Mendadak terkenal sebagai “Gadis Yang Mencampakkan Rob McBride”, Poppy memutuskan pindah ke London. Ia tinggal di rumah bergaya bohemian milik Caspar French, seniman muda yang sangat tampan dan terkenal dengan reputasinya sebagai pria yang suka membuat wanita patah hati. Tetapi bahkan dengan suasana tempat tinggal barunya yang ceria, Poppy tidak bisa menghapus Tom dari pikirannya. Poppy tidak pernah tahu apakah pertemuan mereka adalah takdir, atau apakah masa depan menyimpan sesuatu yang sama sekali berbeda untuk dirinya.

resensi novel perfect timing, resensi perfect timing, novel perfect timing, novel jill mansell, jill mansell perfect timing

13 June 2017

[Resensi] Konstelasi Rindu

[Resensi] Konstelasi Rindu

Akhirnya Rindu Vanilla menyandang status mahasiswa arsitektur. Ia akan belajar mendesain bangunan menakjubkan seperti Menara Eiffel, atau gedung pertunjukan seperti Sydney Opera House, atau taman buatan Gaudi, mungkin juga mendesain barisan pencakar langit yang menghutan di New York City, atau mal, atau... rumah, tentu saja. Untuk seseorang yang ia kasihi.
Namun di hari pertama kuliah, ia sadar menjadi arsitek tidak semudah yang dibayangkan. Berkutat dengan garis lurus selama seminggu penuh, lembur hanya untuk mengarsir, bukan bagian dari impian indahnya.
Menjadi arsitek juga menjadi impian Djo, Bening, Langit, Sherin, dan Saras. Bersama-sama mereka menjadi bagian dari konstelasi Rindu dalam menjalani kehidupan kampus. Bagaimana mereka belajar memaknai setarik garis yang menghubungkan impian mereka masing-masing?

resensi novel konstelasi rindu, konstelasi rindu, novel konstelasi rindu

22 March 2017

[Resensi] Matahari


Namanya Ali, 15 tahun, kelas sepuluh. Jika saja orangtuanya mengizinkan, seharusnya dia sudah duduk di tingkat akhir ilmu fisika program doctor di universitas ternama. Ali tidak menyukai sekolahnya, guru-gurunya, teman-teman sekelasnya. Semua membosankan baginya.
Tapi sejak dia mengetahui ada yang aneh pada diriku dan Seli, teman sekelasnya, hidupnya yang membosankan berubah seru. Aku bisa menghilang, dan Seli bisa mengeluarkan petir.
Ali sendiri punya rahasia kecil. Dia bisa berubah menjadi beruang raksasa. Kami bertiga kemudian bertualang ke tempat-tempat menakjubkan.
Namanya Ali. Dia tahu sejak dulu dunia ini tidak sesederhana yang dilihat orang. Dan di atas segalanya, dia akhirnya tahu persahabatan adalah hal yang paling utama.

matahari tere liye, novel matahari, tere liye matahari, resensi novel, novel tere liye matahari, resensi novel mathari tere liye

12 January 2017

[Resensi] Bliss


Musim panas itu, Rosemary Bliss melihat ibunya mengaduk halilintar ke dalam semangkuk adonan dan semakin yakin bahwa orangtuanya menggunakan sihir di Toko Roti Bliss. Rahasianya ada pada sebuah buku resep Bliss Cookery Booke.
Namun, apa jadinya jika Rose dan Ty memutuskan bereksperimen dengan beberapa resep saat orangtua mereka pergi? Yah, beberapa Muffin Asmara dan Cookie Kebenaran sepertinya tak akan menimbulkan masalah, bukan?


bliss novel. bliss novel series, bliss novel kathryn littlewood, resensi bliss novel

17 December 2016

[Resensi] Bulan


Namanya Seli, usianya 15 tahun, kelas sepuluh. Dia sama seperti remaja yang lain. Menyukai hal yang sama, mendengarkan lagu-lagu yang sama, pergi ke gerai fast food, menonton serial drama, film, dan hal-hal yang disukai remaja.
Tetapi ada sebuah rahasia kecil Seli yang tidak pernah diketahui siapa pun. Sesuatu yang dia simpan sendiri sejak kecil. Sesuatu yang menakjubkan dengan tangannya.
Namanya Seli. Dan tangannya bisa mengeluarkan petir.

novel bulan Tere Liye, resensi novel bulan Tere Liye